

Web deployment adalah proses memindahkan aplikasi atau situs web yang sudah selesai dibuat di komputer lokal (development) ke server publik (production) agar bisa diakses oleh pengguna melalui internet.
Tahapan Umum Deployment
- Build (Pembangunan): Menyiapkan, mengompilasi, dan memeriksa dependensi kode.
- Testing (Pengujian): Menguji aplikasi untuk memastikan tidak ada bug sebelum dirilis.
- Pemilihan Hosting & Domain: Menentukan jenis layanan server (Shared Hosting, VPS, Cloud) dan mendaftarkan alamat domain.
- Unggah File & Database: Memindahkan berkas kode ke server serta mengatur basis data (seperti MySQL atau PostgreSQL).
- Konfigurasi SSL & Keamanan: Mengaktifkan HTTPS agar koneksi pengguna aman.
Jenis-Jenis Deployment
- On-Premises: Menggunakan infrastruktur fisik atau server milik sendiri.
- Cloud Deployment: Memanfaatkan layanan berbasis awan seperti Dicoding Blog (AWS, Azure).
- Container Deployment: Menjalankan aplikasi dalam wadah portabel menggunakan Docker dan Kubernetes.
- Serverless: Menjalankan kode tanpa perlu mengelola server secara langsung (contoh: Google App Engine).
Strategi Deployment Modern
- CI/CD (Continuous Integration / Continuous Deployment): Mengotomatiskan proses uji coba dan rilis aplikasi secara berkala.
- Blue-Green Deployment: Menjalankan dua lingkungan identik untuk meminimalkan waktu downtime saat pembaruan.
Jika Anda ingin mendalami lebih lanjut, silakan beri tahu saya:
- Teknologi atau framework yang Anda gunakan (misalnya React, Laravel, Node.js, atau HTML statis).
- Target hosting yang ingin dituju (seperti Vercel, VPS, atau cPanel).
Leave a Reply